Sebelum Donor Darah, Penderita Diabetes Mesti Perhatikan Ini

Untuk bisa mendonorkan darah, ada beberapa syarat yang mesti diperhatikan. Bagaimana dengan penderita diabetes?

Selain merupakan aksi kemanusiaan, donor darah rutin juga baik untuk kesehatan. Meski begitu, tak semua orang bisa mendonorkan darahnya. Misalnya pada penderita diabetes, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukannya.

Siapa pun bisa melakukan donor darah, asal memenuhi kriteria di bawah ini:

  • Usia 17-60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tidak sedang demam, suhu tubuh 36,6-37,5 derajat Celsius
  • Tekanan darah normal, yaitu sistolik 110-160 mmHg, diastolik 70-100 mmHg
  • Denyut nadi teratur pada 50-100 kali per menit
  • Hemoglobin pada perempuan minimal 12 g/dL dan pada laki-laki minimal 12,5 g/dL
  • Jarak dengan pendonoran sebelumnya sekurang-kurangnya 3 bulan

Bolehkah penderita diabetes donor darah?

Baik penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2 boleh mendonorkan darahnya. Namun, dikatakan oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi.

“Gula darah harus terkontrol dan kondisi tubuh sedang prima. Selain itu, penderita juga harus memenuhi syarat seperti tekanan darah dan denyut nadi yang baik, hemoglobin tercukupi, serta tidak memiliki larangan dari PMI,” jelas dr. Devia.

Larangan yang dimaksud antara lain:

  • Menderita hepatitis B
  • Kontak dengan penderita hepatitis dalam 6 bulan terakhir
  • Mendapatkan transfusi darah dalam 6 bulan terakhir
  • Membuat tato atau tindik telinga dalam 6 bulan terakhir
  • Menjalani operasi gigi dalam 72 jam terakhir, serta operasi kecil dalam 6 bulan terakhir
  • Sedang menjalani vaksinasi polio, influenza, tetanus, difteri, rabies
  • Hamil atau menjalani persalinan dalam 6 bulan terakhir dan sedang menyusui
  • Rutin minum alkohol
  • Menderita penyakit kulit pada vena, epilepsi, tuberkulosis, sifilis, maupun kelainan darah seperti thalasemia
  • Termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi HIV/AIDS (aktif melakukan seks tidak aman, pengguna jarum suntik yang tidak steril)
  • Hasil skrining sebelum donor menunjukkan hasil positif HIV/AIDS

Untuk lebih amannya lagi, sebaiknya penderita diabetes mengonsultasikan niat baiknya ini dengan dokter yang merawatnya. “Ini penting untuk mengevaluasi kesiapan tubuh,” tambah dr. Devia.

Jadi, sebelum donor darah, sebaiknya penderita mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter terlebih dulu. Jika sudah mengantongi izin dokter, gula darah terkontrol, kondisi tubuh prima, serta tekanan darah, denyut nadi, dan hemoglobin memenuhi syarat, donor darah bisa dilakukan dengan aman. 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *