Skoliosis atau kondisi kebengkokan pada tulang belakang umumnya disebabkan oleh faktor genetik dan sejumlah kebiasaan pemicu. Untuk mengobati kondisi ini, penderita perlu melakukan berbagai perawatan skoliosis, mulai dari terapi, bracing, sampai bedah seperti yang ada dalam laman berikut https://scoliosiscare.id/scoliosis/perawatan-skoliosis/. Selain perawatan tersebut, asupan nutrisi yang tepat ternyata juga penting didapatkan oleh pengidap skoliosis. Mengapa demikian?

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, ya.

  • Meningkatkan produksi neurotransmiter. 

Neurotransmiter merupakan saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lain. Contoh neurotransmiter adalah serotonin dan dopamin. Beberapa penelitian pernah menemukan bahwa kekurangan neurotransmiter ada hubungannya dengan perkembangan skoliosis pada tubuh seseorang. Maka dari itu, memberi asupan nutrisi berupa asam amino—yang merupakan prekursor neurotransmiter—dapat membantu produksi jumlah neurotransmiter dalam tubuh. Pada akhirnya, kondisi skoliosis tidak akan bertambah parah.

  • Membantu proses metilasi

Dikutip dari laman Scoliosis Reduction Center, metilasi adalah sebuah proses biologis penting yang membantu tubuh untuk memproduksi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin. Menurut riset, banyak pasien skoliosis tidak dapat memetilasi vitamin B12. Padahal, vitamin ini penting untuk produksi neurotransmiter dalam tubuhnya secara efektif. Untuk itulah, mengonsumsi vitamin B12 yang sudah dimetilasi dapat membantu proses metilasi.

  • Meningkatkan semangat kesembuhan

Masih menurut Scoliosis Reduction Center, pasien skoliosis dengan postur tubuh yang ramping akan punya semangat dan respons positif terhadap proses perawatan yang harus ia lalui. Artinya, asupan nutrisi yang tepat bisa meningkatkan semangat kesembuhan pengidap skoliosis, terutama pasien usia remaja.

  • Memperbaiki kesehatan

Pola makan lewat asupan nutrisi yang tepat tentu akan membuat kesehatan seseorang menjadi lebih baik. Begitu pula pada pasien skoliosis. Ketika pengidap skoliosis merasa kesehatan tubuhnya secara keseluruhan lebih baik, ia pun akan cenderung memedulikan seluruh aspek kesehatan tubuhnya; tak terkecuali kesehatan tulang belakangnya. Dengan begitu, pasien bersedia untuk menjalani semua proses pengobatan.

  • Memperkuat tulang

Sebagai penyakit tulang, skoliosis tentu punya kaitan erat dengan kepadatan tulang yang lebih rendah. Tak ayal, pasien skoliosis juga perlu mendapat asupan nutrisi yang berguna untuk kekuatan tulang secara keseluruhan. Maka, mengonsumsi kalsium atau mineral khusus secara tepat bisa memperkuat tulang pasien.

  • Menghindari peradangan

Peradangan kronis pada tulang merupakan salah satu komplikasi atau penyakit lanjutan yang timbul akibat skoliosis. Untuk itu, pola makan yang sehat lewat asupan nutrisi tepat bisa membantu pasien mengurangi kemungkinan tersebut. Salah satu contoh peradangan kronis akibat skoliosis ialah kehilangan kepadatan tulang.

Itu dia ulasan tentang pentingnya asupan nutrisi tepat bagi pengidap skoliosis. Selain membantu percepatan kesembuhan, ternyata pola makan yang benar juga bisa menghindarkan pengidap skoliosis dari risiko yang lebih parah ya. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat, ya!

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *