Ada suatu kejadian yang cukup menarik perhatian menyusul Harimau Sumatera masuk perangkap di Korong Surantiah, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (13/7/2020). Hal itu berawal dari seorang lelaki mengaku wartawan ketahuan hendak mencoba mencabut kumis Harimau Sumatera yang masih dalam pengaruh bius di dalam kerangkeng besi. Harimau tersebut sebelumnya diduga telah menerkam lalu memangsa sejumlah hewan ternak milik warga setempat.

BKSDA Sumbar pun langsung memasang kerangkeng, hingga berhasil memerangkap binatang buas tersebut. Berselang kemudian, sesaat evakuasi masyarakat pun beramai ramai mendatangi di lokasi guna melihat secara langsung proses evakuasi tersebut. Akhirnya, petugas BKSDA dibantu TNI Polri meminta warga masyarakat untuk berdiri di belakang garis Polisi

Seseorang dengan membawa kamera datang ke lokasi harimau yang sudah dibius oleh petugas BKSDA Sumbar. Namun, petugas BKSDA sempat memarahi lelaki tersebut, karena diduga hendak mengambil kumis harimau tersebut. Modusnya dengan berada sangat dekat dengan kerangkeng sambil mengambil gambar dengan kameranya.

Akhirnya, petugas sempat cekcok dengannya dan menanyakan apakah dari media atau tidak. Lelaki itu pun mengaku mengaku seorang Youtuber yang sedang mengambil video. Selanjutnya, lelaki tersebut menghilang dari lokasi evakuasi setelah dimarahi oleh petugas.

"Kami kira dia salah satu dari media, ternyata rupanya dia penyusup," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar, Eka Damayanti, Senin (13/7/2020). Eka belum bisa memastikan apakah pria itu berhasil mencuri kumis harimau tersebut. Namun, selanjutnya pihaknya akan melihat kondisi kesehatan dan memeriksa tubuh satwa itu nantinya.

"Ini tentu tindakan yang melanggar hukum. Kumis ini sebetulnya gunanya hanya mitos di tengah masyarakat," ujarnya. Selama ini kata dia, kumis Harimau Sumatera ini memang selalu menjadi incaran bagi masyarakat.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *