Program Belajar dari Rumah (BDR) di TVRI kelas 4 6 SD mengusung materi Seni Membuat Patung, Kamis (27/8/2020). BDR materi Seni Membuat Patung untuk kelas 4, 5, dan 6 ini memuat tiga soal tugas yang harus diselesaikan peserta didik. Satu di antaranya yakni "Jelaskan bagaimana cara membedakan karya seni rupa murni dan seni rupa terapan!"

Kunci jawaban soal tugas TVRI ini diperuntukkan bagi orang tua atau wali untuk mengoreksi hasil belajar anak. Berikut soal dan jawaban tugas TVRI SD kelas 4 6 Kamis, 27 Agustus 2020 yang dikutip dari : Jawaban

Membedakan karya seni rupa murni dan terapan bisa dilihat dari fungsinya. Seni rupa murni ialah seni rupa yang dibuat dengan mempertimbangkan nilai estetikanya. Sementara seni rupa terapan mempertimbangkan fungsinya.

Dengan demikian, karya seni rupa murni hanya bisa dinikmati dari segi keindahannya saja. Contohnya adalah patung, lukisan, dan foto. Berbeda dengan karya seni rupa terapan yang bisa digunakan sebagai fungsi tertentu

Contoh karya seni rupa terapan antara lain, anyaman, gerabah, dan lain lain. *** Jawaban

Untuk soal ini tidak ada jawaban yang pasti. Orangtua atau pendamping harus memandu anak untuk membuat patung dari bubur kertas sesuai langkah langkah dalam tayangan. Alat dan bahan:

Potong kertas koran menjadi serpihan serpihan. Rendam serpihan koran ke dalam air. Setelah rendaman lembek, angkat dan tumbuk sampai halus.

Kemudian campurkan dengan tepung pati kanji sebagai perekat. Aduk hingga menjadi bubur, dan jangan terlalu encer. Rekatkan bubur kertas tersebut pada kerangka kawat, bentuk menjadi patung.

Keringkan dengan cara diangin anginkan. Jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung karena bisa retak. Warnai patung menggunakan cat. ***

Jawaban Untuk soal ini tidak ada jawaban pasti. Orangtua atau pedamping harus memandu anak untuk membuat clay sesuai langkah langkah dalam tayangan.

Artikel ini hanya ditujukan kepada orangtua atau wali untuk memandu proses belajar anak. Dari materi belajar di rumah TVRI, orang tua diharapakan memandu secara langsung proses belajar anak. Sehingga anak meraih kompetensi literasi berupa memahami paparan lisan tentang topik yang dikenali, mengidentifikasi ide pokok dan beberapa ide rinci dalam paparan tersebut, menjelaskannya kembali dan menanggapinya, serta menggunakan pengetahuannya.

Hal hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi literasi anak dari melihat tayangan: 1. Dampingi anak ketika sedang menyimak tayangan, kemudian minta anak untuk mengomunikasikan ide, gagasan, maupun perasaan sendiri, baik lisan maupun tertulis, dari tayangan tersebut. Selanjutnya, orang tua perlu mendengarkan, membaca apa yang disampaikan anak, dan memberi umpan balik berupa tanya jawab, diskusi dan pujian.

2. Lakukan diskusi dengan anak terkait hasil tulisannya. Perhatikan tema, topik, gagasan, atau ide yang dirasa belum pas dan beri waktu kepada anak untuk mengemukaan pendapatnya dan memperbaiki tulisannya. Jika orang tua mengalami kesulitan, bisa diskusi bersama keluarga dan guru.

3. Mintalah anak untuk membacakan hasil tulisannya. Perhatikan cara duduk, jarak dari buku ke mata, posisi sikap yang baik, dan intonasi pembacaan. Selanjutnya, bersama sama orang tua dan anak menyimpulkan bacaan.

Hal hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi numerasi anak dari melihat tayangan: 1. Berusahalah untuk mendampingi anak menyaksikan tayangan hingga selesai. Dengan menyimak tayangan bersama anak, orang tua diharapkan ikut memahami materi yang disampaikan.

2. Ajaklah anak berdiskusi kebermanfaatan tayangan yang disaksikan. Berilah motivasi untuk penyelesaian tugas yang diberikan dengan memeriksa kembali apa yang sudah dikerjakan anak. 3. Untuk tugas yang rumit atau perlu penyelesaian, arahkan anak untuk mencari referensi lainnya dari buku.

Jika memungkinkan, berdiskusilah dengan guru jika anak membutuhkan bimbingan lebih lanjut. 4. Mintalah anak membacakan hasil karya yang ditulisnya dan berikan komentar seputar penyampaian dan komunikasi yang digunakan. Berikan penghargaan untuk karya yang sudah dibuat anak.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *