Pelaku pembunuhan kepala desa meminta hakim meringankan hukumannya. Pelaku memelas meminta dihukum seringan ringannya. Terdakwa Hiski Agamail Ginting memelas minta majelis hakim PN Binjai memberikan hukuman yang seringan ringannya atas kesalahannya membacok kepala desa.

Jaksa Penuntut Umum, Perwira Tarigan menuntutnya 2 tahun 6 bulan atas penganiayaan terhadap Kepala Desa Tanjunggunung, Seibingai, Langkat, Joni Surbakti, di ruang Cakra PN Binjai, Selasa (4/8/2020) "Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan. Kepada majelis hakim, terdakwa dituntut 2 tahun 6 bulan," kata Perwira Tarigan. Mendengar tuntutan yang dirasa terlalu berat, terdakwa memohon ke Ketua Majelis Hakim Dedy yang didampingi Anggota Tri Syahriawani dan Aida Harahap.

Hiski memelas agar hukumannya di bawah tuntutan JPU. "Saya menyesal pak hakim. Saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi pak. Saya mohon agar hukumannya dikurangi jadi 2 tahun, Pak," kata terdakwa. Hakim Dedy menyampaikan akan mempertimbangkan. Hakim juga melihat niat tulus terdakwa sudah menyesal dan berkelakuan baik selama ditahan.

"Bagus kalau kamu sudah menyesal, saya rasa bagus. Kami akan pertimbangankan. Sidang ditunda sampai Kamis (6/8/2020) dengan agenda pembacaan putusan," pungkas Hakim Dedy. Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Perwira Tarigan, Terdakwa Hiski Agamail Ginting didakwa dengan Pasal 351 ayat 2. Diketahui, Hiski Agamail Ginting (18) melakukan penganiayaan bermula dari sakit hati atas hinaan dan ucapan korban. Hiski merasa harga dirinya sudah dihina dan direndahkan, sehingga melampiaskan emosi terhadap korban.

Terdakwa menunggu korban saat keluar dari Kantor Desa Tanjung Gunung untuk melancarkan penganiayaan dengan kampak yang dilayangkan ke kepala korban.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *