Mengenal Alergi Susu Sapi Lebih Dekat: Pengertian, Penyebab, Cara Mengatasi

Alergi merupakan sebuah reaksi hipersensitivitas yang muncul melalui reaksi imunologi, salah satunya disebabkan oleh protein yang ada dalam susu sapi. Sedangkan reaksi hipersensitivitasnya sendiri adalah gejala klinis yang muncul karena paparan zat tertentu yang mana pada orang sehat, paparan tersebut tidak memberikan dampak apapun. Apabila seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap susu sapi, maka orang tersebut memiliki alergi susu sapi.

Padahal susu merupakan salah satu jenis makanan yang sangat penting untuk memenuhi nutrisi tubuh dan dibutuhkan oleh anak-anak untuk perkembangannya. Begitu banyak nutrisi di dalamnya sehingga anak-anak yang tidak mengkonsumsi susu dalam jumlah yang cukup dapat mengalami kekurangan gizi dan pertumbuhannya kurang optimal. Susu sapi banyak terkandung dalam susu formula, karena itulah ketika anak mengalami alergi susu sapi, maka setiap orang tua pasti akan merasa kebingungan, apa yang harus dilakukan untuk mengganti susu agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa susu sapi mengandung gizi yang terbilang lengkap, mulai dari kalsium, kalori, lemak, protein, fosfor dan juga karbohidrat. Sebenarnya ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami alergi susu sapi.

  1. Faktor genetik, dimana 40% bayi yang lahir dari orang tua yang memiliki riwayat penyakit alergi juga akan mengalami alergi, terutama ibu nya.
  2. Faktor lingkungan, berbagai polusi yang ada seperti polusi udara, bulu dan kotoran hewan peliharaan, asap rokok dan lain sebagainya menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya reaksi alergi pada anak-anak, terutama bayi.
  3. Ibu yang masih menyusui terkadang mengkonsumsi berbagai makanan atau terpapar oleh berbagai benda. Namun secara tidak langsung, bayi yang meminum ASI dari ibu juga akan terpapar oleh makanan dan benda-benda tersebut.

Alergi susu sapi dapat menyebabkan perubahan dalam organ dalam tubuh, misalnya seperti pada saluran pernapasan maka anda akan merasakan gejala pilek yang hanya berlangsung sebentar namun berulang-ulang, pada saluran cerna anda akan mengalami diare, konstipasi, diare beserta darah dan lain sebagainya. Tidak hanya sistem pernapasan dan saluran pencernaan saja, namun organ-organ lainnya juga dapat mengalami masalah ketika tubuh terpapar oleh alergen atau zat pemicu alergi mulai dari tingkat ringan, sedang hingga tingkat berat yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Gejala alergi yang berat disebut dengan reaksi anafilaksis dimana terjadi penyempitan pada saluran pernapasan sehingga akan kesulitan untuk bernapas. Apabila anda memiliki anak yang mengalami beberapa gejala seperti gejala alergi yang tidak dapat disembuhkan dengan terapi biasa, missal flu atau batuk namun tidak sembuh setelah diberi obat flu dan batuk serta di keluarga anda terdapat riwayat alergi, maka kemungkinan anak anda mengalami reaksi alergi dan harus segera anda bawa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Jika anak anda mengalami alergi susu sapi, anda tidak perlu khawatir karena dari 5-7,5% kejadian bayi yang mengalami alergi susu, kejadian tersebut akhirnya berkurang hingga 40% ketika bayi menginjak usia 12 bulan dan kejadian tersebut terus berkurang hingga anak berusia 3 tahun. Namun memang ada beberapa kasus dimana anak yang mengalami alergi tidak sembuh dan akan terus alergi hingga ia dewasa. Memang tidak ada obat untuk menyembuhkan alergi, yang ada hanyalah obat untuk mengurangi gejala alergi sehingga dapat beraktivitas seperti biasa. Yang bisa dilakukan ketika memiliki alergi adalah dengan menghindari pemicu atau alergennya.

Untuk bayi yang mengalami alergi terhadap susu namun masih menyusui (ASI), maka untuk melakukan pencegahan, ibu harus menghindari produk-produk makanan olahan yang mengandung susu seperti es krim, keju, milkshake, permen dan lain sebagainya. Karena seperti yang disebutkan di atas bahwa apapun yang ibu konsumsi akan masuk ke bayi juga karena bayi masih mendapatkan ASI. Walaupun bayi memiliki alergi, jangan sampai menghentikan pemberian ASI. Karena ASI merupakan nutrisi penting bagi bayi yang mana organ-organ tubuhnya belum berfungsi dengan baik. ASI juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh, maka tak heran apabila semakin bertambahnya umur, maka kemungkinan alergi pada bayi menghilang semakin besar.

Untuk anak-anak yang masih membutuhkan nutrisi penting dari susu, sebagai orang tua anda dapat mengganti susu sapi dengan susu jenis lainnya yang memiliki kandungan gizi tidak jauh berbeda dengan susu sapi seperti misalnya susu kedelai, ikan laut dan juga kacang tanah. Jika anda ingin menggunakan susu formula, maka sebaiknya dipilihkan susu formula yang dikhususkan untuk penderita alergi, biasanya protein pada susu tersebut sudah dihidrolisis menjadi rantai pendek atau diberi tambahan asam amino sehingga aman untuk dikonsumsi. Rasa susu tersebut memang kurang enak, apabila anak tidak suka maka anda bisa memberikan susu kedelai.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *